Ada Udang Dibalik Batu, Ketua Yayasan Hijauku David Sesalkan Dukungan 22 Ormas dan LSM Terkait  Aktivitas Penambangan KIP Di Pantai Matras.

Pangkalpinang (Babel) – Terkait dukungan sejumlah 22 organisasi masyarakat (Ormas), Okp dan LSM di Kabupaten Bangka menyatakan dukungan masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk diperairan laut Mastras, Kelurahan Matras, Sungailiat Kabupaten Bangka.

 
Diketahui, PT Timah selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada mitranya untuk melakukan exploitasi (penambangan) pasir Timah di wilayah perairan laut Matras dan sekitarnya, rencananya ada 10 unit KIP yang akan diturunkan oleh mitra PT Timah untuk meluluhlantakkan perairan laut Matras dan sekitarnya dengan dalil bahwa perairan laut tersebut dalam wilayah IUP PT Timah.
Seperti yang dilansir oleh media massa baik cetak, elektronik dan online eencana pemberian izin  SPK KIP Timah kepada mitranya dan dukungan dari 22 Ormas/OKP/Lsm, selain menuai protes sekaligus penolakan dari sekelompok masyarakat khususnya nelayan yang berdomisili di lingkungan Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, namun juga menjadi sorotan dan kritikan dari pegiat LSM Lingkungan di Bangka Belitung terkait dukungan 22 Ormas/OKP/LSM yang dinilainya diibaratkan ‘ada udang di balik di batu’.

” Saya cuma mengingatkan bahwa kawasan wisata pantai matras bukan milik 22 ormas yg mendukung aktivitas KIP, tapi milik Masyarakat umum”, Ungkap David kepada Pers Babel, Rabu (28/10/2020).

Seharusnya mereka peka  terhadap aspirasi masyarakat nelayan dan publik yang secara nyata menolak, baik secara langsung maupun melalui media soal.

” Seharusnya buka hati kalian lihat bagaimana reaksi publik baik secara langsung maupun melalui media sosial ” tegasnya.

David juga menantang PT timah dan ormas yang mendukung KIP untuk melakukan debat publik dengan cara yang adil.

” kita dengar aspirasi masyarakat nelayan dan bangka klw masyarakat menolak PT timah harus Terima.” Ayo kita adakan pertemuan terbuka, kenapa kami tidak pernah diundang apa karena selalu menolak, lembaga yang saya pimpinan memiliki legalitas, dan aktif melakukan kegiatan penghijauan, bahkan kami beberapa kali mewakili kabupaten Bangka dan Babel “tantang David.

Masyarakat khususnya nelayan saat ini berharap banyak dukung dari ormas dan anggota DPRD Bangka sebagai corong mereka

” Saya sudah bertemu dengan perwakilan nelayan mereka tidak tahu lagi harus percaya dengan siapa, mengadu kemana, karena mereka tidak rela rumah mereka dirusak”, Pungkas David. (Red.03)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

FIRLI BAHURI ; KPK Tangkap dan Tahan DPO HS, Tersangka Dugaan Suap Pengurusan Perkara di MA Tahun 2011-2016

Fri Oct 30 , 2020
JAKARTA | HS tersangka dugaan suap yang masuk daftar pencarian orang ( dpo -red) sejak11 Februari 2020 kini ditahan KPK. Direktur PT. MIT tersebut ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap […]