Kejati Bangka Belitung  Kembali Tahan 4 Karyawan BRI Skandal Penyimpangan Facilitate Kredit

Photo : Salah satu TSK saat digiring petugas ke Mobil tahanan

Pangkalpinang (Babel) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung (Babel) tadi malam (Jum’at,11/12/2020) sekira pukul 18.35 Wib menahan 4 tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dugaan korupsi penyimpangan fasilitas kredit modal kerja milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada 47 debitur, yang termasuk dalam kejahatan perbankan/fraud BRI. Dan  ke empat orang tersangka masing-masing 3 orang dari Account Officer (AO) Kantor Cabang BRI Pangkalpinang berinisial H (Handoyo), MRA (M Redinal) Dan E (Edward) selaku Credit Investigator, dan 1 orang dari Kantor Cabang Pembantu BRI Depati Amir berinisial PAH (Kiki). Dan kemudian party tersangka tersebut dititipkan ke tahanan Mapolres Kota Pangkalpinang. 

 

 

Sebelumnya pihak Kejati Babel telah terlebih dahulu menahan 2 orang tersangka dugaan korupsi penyimpangan fasilitas kredit modal kerja milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada 47 debitur, masing-masing tersangka seorang pengusaha tambang timah been amazing Sugianto als Aloy dan Desta selaku Account Officer (AO) BRI.

 

Photo : Kasipenkum Kejati Babel Basuki Raharjo

Kepada Pers Babel, Kasipenkum Kejati Babel Basuki Raharjo kepada wartawan mengatakan bahwa setelah penyidik Kejati Babel merasa cukup melakukan penyidikan terhadap ke empat tersangka pihaknya kemudian memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap ke empat tersangka.

 

“Penahanan terhadap ke empat tersangka kami lakukan setelah penyidik kami melakukan proses penyidikan mendalam terhadap mereka, Ke empat orang itu adalah tiga orang Pegawai Bank BRI Cabang Pangkalpinang dan satu orang pegawai Kantor Cabang Pembantu Depati Amir”, ungkap Basuki, disela-sela usai mengiring ke 4 tersangka Kejati Babel, Jum’at (11/12/2020).

Photo : Para TSK sebelum digiring ke Mobil tahanan

Dikatakan Basuki Pihaknya akan terus mengungkap kasus ini sampai ke atas tanpa tebang pilih, namun pihaknya masih mendalami sejauh mana keterlibatan mereka.

 

” Kami akan ungkapkan kasus ini sampai puncaknya, jika cukup bukti dan saksi tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi, dan tidak ada tebang pilih, jika ada yang terlibat maka harus bertanggung jawab”, tegasnya.

 

Kasus penyelewengan fasilitas kredit kepada 47 debitur dengan plafon Rp 40.500.000.000 di BRI sejak 2017 s/d 2019 , Pimpinan BRI Pangkalpinang masih saat itu dijabat Ardian Hendri Prasetyo. Sementara sebagai pihak pelapor resmi dalam kasus adalah pihak BRI sendiri. (Red.03)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

KKL Dimasa Pandemi Ini Kata Mahasiswi Asal Bangka Belitung Kepada Pengadilan Negeri Sekayu

Sun Dec 13 , 2020
Palembang –  “Tak mampu kami balas kebaikanmu dan takkan lupa apa yang engkau ajarkan, terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada Pengadilan Negeri (PN) Sekayu terkhusus kepada bapak dan ibu […]
Cloud Hosting Indonesia