August 3, 2021

Lagi dan Lagi ,Tercium Aroma Dugaan Kong kalikong Proyek IPA SPAM Jelutung

#Penawaran Hanya Turun Rp. 24 juta dari Pagu Rp.2.9 Milyar

BANGKA BELITUNG – Sergapnews.id – , Melakukan hal-hal yg dapat memperkaya diri sendiri dan orang lain yang berdampak terhadap kerugian negara adalah suatu tindakan yang harus mendapatkan sangsi tegas dari Aparat penegak Hukum.

Dalam hal mengarahkan salah satu peserta lelang agar menjadi pemenang lelang dengan cara-cara ” mengunci ” dan cara-cara kotor lainnya dalam berkas lelang yang akhirnya mengarah kepada salah satu peserta lelang untuk menjadi pemenang lelang adalah sebuah tindakan yang tak terpuji dan sangat merugikan bagi peserta lelang yang lain.

Paket Pekerjaan Pembangunan IPA SPAM Desa Jelutung ( DAK ) Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan yang diadakan oleh Lpse Kabupaten Bangka Tengah menuai cibiran dari para peserta lelang yang ” Dikalahkan” oleh Pokja Pemilihan Penyedia Jasa LPSE Kabupaten Bangka Tengah Juni 2021.

Baca Lainnya   Korban Tenggelam, Sugiono Berhasil di Temukan

Informasi yang didapat redaksi mengungkapkan beberapa fakta bahwa Paket Pekerjaan Pembangunan IPA SPAM Desa Jelutung ( DAK ) Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan dengan pagu dana Rp.2.910.000.000 ( Dua Milyar Sembilan ratus sepuluh juta rupiah ) bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Tengah Tahun Anggaran 2021 yang dimenangkan oleh PT. TIRTA UTAMA SEJAHTERA yang beralamat di JL. DEPATI HAMZAH NO.186 KEL.SEMABUNG BARU PANGKALPINANG – Pangkal Pinang (Kota) – Kep. Bangka Belitung sangat kental dengan nuansa dugaan ” Kong Kalikong ” antara panitia lelang pokja pemilihan paket SPAM tersebut dengan PT. TIRTA UTAMA SEJAHTERA sebagai perusahaan yang dimenangkan.

Menariknya lagi dalam lelang pekerjaan pembangunan jaringan SPAM Jelutung ini PT. Tirta Utama Sejahtera hanya menawar lebih rendah RP. 24 Juta Rupiah dari pagu dana yang dianggarkan Rp.2.9 Milyar, harga penawaran dari PT.Tirta Utama Sejahtera Rp. 2.885.587.622,75, sedangkan PT. KARUNIA ABADI KONSTRUKSI dengan penawaran Rp. 2.466.178.000,00, dan PT. VERTIKAL TIARA MANUNGGAL dengan penawaran harga sebesar RP. 2.618.092.000,00.

Baca Lainnya   Pejabat Pertina Babel Silaturahmi Dengan DANREM 045/GAYA

Beberapa temuan tim investigasi mengungkapkan bahwa dari mulai proses lelang paket Pembangunan IPA SPAM Desa Jelutung ( DAK ) Pembangunan SPAM Jaringan Perpipaan tersebut sudah terindikasi mengarahkan kepada satu perusahaan yakni PT. TIRTA UTAMA SEJAHTERA, Adanya Penambahan Persyaratan, serta keaslian dokumen pengalaman perusahaan, kepemilikan alat, dan tenaga ahli pada saat Pre Award Meeting adalah indikasi utama adanya kong kalikong antara panitia pokja dengan PT. TIRTA UTAMA SEJAHTERA sebagai perusahaan yang dimenangkan.

Perlu diketahui, pemerintah dalam hal ini guna meminimalisir persekongkolan dalam tender sudah membuat aturan-aturan yang baku yang bertujuan untuk memenangkan salah satu peserta dalam lelang.

Di kutif dari media aspirasipost.com ,Salah seorang anggota Pokja yang dihubungi wartawan saat dikonfirmasi terkait paket SPAM tersebut enggan berkomentar.

Baca Lainnya   Gelar Aksi Demo Di Pantai Matras Masyarakat Nelayan Tolak Rencana Beroperasi KIP Timah Di Perairan Laut Matras

Syawal yang semula dihubungi wartawan dinilai kurang komunikatif dan belum menjawab secara utuh uraian pertanyaan wartawan.

“Iya benar mas, darimana ini? Oh iya, tapi maaf mas ini saya sedang berada di pemakaman, jadi nanti saya akan jawab draft tanya tadi setelah saya selesai disini,” janji Syawal pada wartawan.

Hingga berita ini dipublikasi Syawal yang akan menghubungi kembali awak media tidak ada kabar beritanya padahal apa yang menjadi pertanyaan wartawan kepadanya paling tidak akan memberikan keterangan agar masyarakat mengetahui sudah bersihkah sistem lelang proyek yang ada di Bangka Belitung ini.(tim)

Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Aksi Damai Didepan Gedung Kejati Babel Berjalan Lancar
Next post Ketum PWRI : “Saya Minta Pembunuh Marsal Harahap di Hukum Mati”