Pemerintah Diminta Serius Atasi Keluhan Faskes, Pendidikan dan Infrastruktur

KobaSergapNews.id,  Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Tengah, Era Susanto menyoroti masalah pendidikan, kesehatan dan infrastruktur di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), khususnya di Kabupaten Bangka Tengah.

Sorotan ini berangkat dari keluhan masyarakat usai Era melakukan reses di daerah pemilihan (dapil) nya di lingkungan Kecamatan Lubuk Besar beberapa pekan yang lalu.

“Keluhan yang sering disampaikan warga kepada saya itu adalah jalan umum harus segera diperbaiki, khususnya jalan yang statusnya nasional dan provinsi sebab bukan menjadi wewenang pihak Pemda Kabupaten Bangka Tengah,” ungkapnya kepada awak media pada Senin, 9 Mei 2022.

Kemudian, ia juga mengatakan dalam aspirasi masyarakat yang sering kali dikeluhkan adalah masalah kesehatan untuk hal pelayanan.

“Ya, kita berharap pihak pemerintah provinsi maupun kabupaten bisa lebih meningkatkan pelayanan agar masyarakat, atau keluarga yang sedang menjalani perawatan di instansi rumah sakit atau puskesmas terlayani dengan baik, agar mereka berpikir bahwa memang benar pemerintah memberikan pelayanan maksimal,” katanya.

Tak hanya itu, Era mengaku mendapat keluhan warga pula yang merasa sekarang ini kesulitan beraktivitas dan kurangnya lapangan pekerjaan. Sehingga banyak ditemui pemuda yang sudah menyandang gelar sarjana namun masih menganggur, dikarena lapangan pekerjaan minim.

“Kita ingin pihak pemerintah segera menghadirkan pekerjaan yang legal dimata hukum yang belum sepenuhnya berinvestasi di Provinsi Babel, dan kita berikan solusi kepada para pengusaha yang ingin berinvestasi di Babel ini tidak berbenturan dengan kebijakan pemerintah,” terangnya.

Untuk itu, menurut politisi Partai Golkar ini, pihak Pemda baik eksekutif dan legislatif harus memfasilitasi orang-orang yang memerlukan pekerjaan sesuai tupoksi pendidikan mereka, dengan membantu para pengusaha untuk mudah dan nyaman berinvestasi di Babel.

“Saya kira, perusahaan yang cocok dikelola di Babel sesuai dengan SDA di Babel adalah mengelola mineral ikutan lainnya dan perusahaan yang berhubungan dengan teknologi yang perusahaannya berskala internasional,” harapnya.

Guna meningkatkan minat investasi pihak swasta datang ke Babel, menurut Era yang perlu dibenahi sejak awal bukan hanya soal administrasi belaka, tetapi juga hal pendukung lain misalnya ketersediaan listrik skala besar agar perusahaan internasional pun bisa berinvestasi dengan nyaman dikarenakan ketersediaan listrik yang memadai.

Menurutnya, dengan adanya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) yang kini sudah digodok proses pembangunannya, akan menjadi langkah awal untuk bisa menarik para investor berinvestasi di Babel. Karena perusahaan skala besar sangat mengutamakan ketersediaan listrik untuk bisa beroperasi dengan tenang tanpa khawatir dengan pasokan listrik.

“Saya kira dengan adanya PLTT ini merupakan terobosan baru, karena PLTT ini sebagai pembangkit listrik alternatif yang bisa dikatakan sebagai energi terbarukan untuk membantu masyarakat khususnya membuat Babel dan Pulau Sumatera terang benderang, dan pastinya akan membuka lapangan pekerjaan seluas luasnya baik tenaga kerja lokal maupun internasional,” pungkasnya.

“Terpenting, pihak pemerintah dan swasta harus bekerjasama untuk membangun Babel ini ke arah yang lebih baik,” tutupnya.

Sumber : (rls.MPO-PG)

Editor : MK

Leave a Reply

Your email address will not be published.

//ugroocuw.net/4/5103221